Mudik Lebaran Tahun Ini, 6 Tol Fungsional Dapat Digunakan Gratis

Senin, 23 Februari 2026 | 11:29:12 WIB
Mudik Lebaran Tahun Ini, 6 Tol Fungsional Dapat Digunakan Gratis

JAKARTA - Pemerintah memastikan mudik Lebaran 2026 akan lebih lancar dengan membuka enam ruas tol fungsional tanpa tarif. 

Keputusan ini merupakan bagian dari strategi untuk menekan kepadatan kendaraan dan mempermudah pergerakan pemudik. Total panjang ruas tol gratis mencapai sekitar 198 kilometer, tersebar di Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.

Ruas-ruas tol tersebut belum beroperasi penuh secara komersial. Namun, pemerintah memfungsikannya sementara untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama masa mudik. 

Hal ini diharapkan membantu memecah kepadatan arus lalu lintas yang biasanya menumpuk di jalur utama. Badan Komunikasi Pemerintah menegaskan bahwa ruas tol yang dibuka sementara dapat dimanfaatkan tanpa tarif selama masa operasional mudik.

Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi perjalanan, tetapi juga untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, khususnya keluarga yang membawa kendaraan pribadi dan rombongan besar. 

Pemerintah menilai bahwa pemberian akses gratis pada ruas tol fungsional menjadi solusi praktis dalam menghadapi tantangan arus mudik yang padat.

Prediksi Arus Mudik dan Arus Balik

Kementerian Perhubungan memproyeksikan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran tahun ini. Pergerakan pemudik diprediksi mulai meningkat pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan puncak arus mudik pertama pada Jumat, 13 Maret, dan gelombang berikutnya pada Rabu, 18 Maret.

Sementara itu, arus balik diperkirakan dimulai pada Senin, 23 Maret 2026, dengan puncak arus balik pertama diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Maret, dan gelombang kedua pada Sabtu, 28 Maret 2026. 

Penambahan ruas tol fungsional ini menjadi salah satu strategi untuk mendistribusikan beban kendaraan agar tidak terkonsentrasi di jalur utama.

Dengan membuka ruas tol gratis, pemerintah berharap pemudik dapat menghemat waktu perjalanan, mengurangi risiko kemacetan panjang, serta menekan tingkat stres pengemudi selama perjalanan jauh. 

Pengaturan ini juga dimaksudkan untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan para pemudik, terutama di jalur-jalur yang biasanya mengalami kepadatan tinggi pada masa Lebaran.

Enam Ruas Tol Fungsional Yang Dibuka Gratis

Enam ruas tol yang dibuka tanpa tarif meliputi jalur strategis di Pulau Jawa dan Sumatera. Di Trans Jawa, ruas yang dibuka gratis antara lain:

Japek II Selatan sepanjang 54,75 kilometer

Jogja–Bawen sepanjang 4,85 kilometer

Jogja–Solo sepanjang 11,48 kilometer

Probolinggo–Banyuwangi Tahap I sepanjang 49,68 kilometer

Sementara di Trans Sumatera, ruas tol gratis mencakup:

Sigli–Banda Aceh Seksi I sepanjang 23,9 kilometer

Palembang–Betung Seksi I dan II sepanjang 53,6 kilometer

Pemerintah menegaskan, meski tol ini berstatus fungsional, fasilitas pendukung seperti rest area, marka jalan, rambu, dan pengamanan tetap tersedia. Hal ini dilakukan agar perjalanan pemudik tetap aman dan nyaman, meskipun ruas tol belum beroperasi penuh secara komersial.

Keuntungan Bagi Pemudik dan Pengguna Jalan

Dengan adanya akses tol gratis, pemudik dapat memangkas waktu perjalanan serta mengurangi kepadatan kendaraan di jalan nasional. Efek langsungnya, biaya perjalanan juga menjadi lebih ringan karena tidak dikenakan tarif tol.

Selain itu, sistem pembukaan tol fungsional gratis mendorong pemerataan lalu lintas sehingga jalur utama yang biasanya tersendat dapat kembali lancar. Pemudik yang membawa kendaraan pribadi atau kendaraan rombongan besar dapat memilih rute alternatif sesuai dengan kondisi tol yang tersedia, sehingga fleksibilitas perjalanan meningkat.

Heru Widodo, Direktur Utama PT Jasa Marga, menyatakan bahwa kombinasi kebijakan tol gratis dan manajemen arus kendaraan merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN untuk menghadirkan mudik yang aman, tertib, dan terjangkau.

Penerapan Strategi Lalu Lintas dan Single Tarif

Selain tol fungsional gratis, pemerintah juga menerapkan skema pengaturan lalu lintas dengan sistem single tarif di lintasan tertentu. Kebijakan ini dilakukan untuk menyamakan tarif layanan reguler dan eksekutif di jalur strategis, sehingga perjalanan lebih sederhana dan mudah diprediksi.

Skema single tarif akan diberlakukan di beberapa jalur selama periode tertentu menjelang puncak arus mudik. Pemerintah menegaskan, kebijakan ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial bagi pemudik, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional kapal dan kendaraan.

Dengan langkah ini, mudik Lebaran 2026 diharapkan berlangsung lebih lancar, aman, dan bersahabat bagi masyarakat. Semua upaya dilakukan untuk memastikan akses transportasi tetap mudah dijangkau, mengurangi kemacetan, dan menjaga kenyamanan selama perjalanan panjang.

Terkini